13 Senjata Tradisional Daerah Sumatera Utara dan Gambar Serta Keterangannya

Posted on

Senjata tradisional daerah propinsi Sumatera Utara (Sumut) dan gambar serta keterangannya merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui karena berhubungan dengan seni dan budaya Indonesia. Dengan mengetahuinya, kita bisa kenal mana senjata tradisional Sumut yang masih digunakan dan mana yang tidak lagi digunakan. Di zaman dahulu, senjata zaman dulu ternyata dipakai orang Sumut tidak hanya untuk berperang saja, namun untuk bertahan hidup, seperti bercocok tanam dan berburu hewan di hutan yang kemudian dijadikan santapan bersama pada waktu makan siang dan makan malam.

Senjata Sumatera Utara ini sangat banyak jumlahnya, tidak bisa dihitung secara pasti. Namun berdasarkan informasi yang didapatkan, jumlah senjata kuno wilayah yang beribukotakan Medan ini sekitar belasan saja.

Ada senjata tradisional Sumut yang pernah dipakai para raja ketika berkuasa, ada pula yang dipakai oleh para tentara (pejuang) untuk melawan musuh menuju kemerdekaan Indonesia. Sebagian ada yang sudah diabadikan dalam museum daerah.

Mengenal nama ā€“ nama senajata tradisional daerah Sumut adalah buah dari kecintaan kita terhadap warisan nenek moyang. Kita tidak mau disebut sebagai orang yang lupa akan jati diri bangsanya sendiri. Dengan mengenal apa saja daftar nama senajata tradisional yang pernah ada di Sumetara Utara, maka secara tidak langsung kita terlibat aktif dalam melestarikan warisan sejarah dari pejuang – pejuang di masa lalu.

Oke, langsung saja kita akan bahas satu persatu mengenai nama ā€“ nama senjata tradisional daerah Sumatera Utara, gambar dan keterangan (penjelasan). Berikut informasi lengkapnya.

1. Piso Gaja Dompak

Piso Gaja Dompak via blogger

Bagi masyarakat Sumatera utara Piso Gajah Dompak merupakan salah satu benda yang memiliki nilai sejarah karna dipercaya sebagai senjata pusaka pada masa raja Sisingamangaraja I. Sebagian masyarakat percaya bahwa piso ini memiliki kekuatan supranatural.

Loading...

Seperti layaknya sebuah piso, Piso Gajah Dompak juga terbuat dari besi dan memiliki fungsi memotong ataupun menusuk. Disebut dengan piso gajah dompak dikarenakan terdapat ukiran bergambar gajah pada gagangnya.

2. Tumbuk Lada

Tumbuk Lada via Tokopedia

Senjata tradisional Tumbuk Lada ini berasal dari daerah kabupaten Karo Propinsi Sumatera Utara. Senjata ini biasa digunakan dalam pertempuran jarak dekat. Biasanya pada ujung senjata ini diberi racun untuk mempermudah menaklukan musuh. Senjata ini dipegang dengan dua cara yaitu digenggam dengan mata keatas ataupun mata kebawah.

Kini senjata tradisional ini menjadi salah satu kekayaan budaya Sumatera Utara dan sering dijadikan perhiasan ataupun benda pusaka pada acara-acara adat.

3. Piso Sitolu Sasarung

Piso Sitolu Sasarung via perpustakaan.id

Seperti namanya Piso Sitolu Sasarung ini memiliki tiga mata piso dalam satu sarung. Senjata tradisional ini sangat kaya akan nilai filosopi dalam setiap mata pisonya. Bagi orang yang bersuku Batak, senjata ini melambangkan kehidupan yang menyatu dengan tiga benua yaitu benua atas, Benua Bawah dan Benua Tengah.

4. Toho

Toho via WordPress

Toho adalah senjata tradisional berbentuk tombak yang bersal dari daerah Nias. Dahulu senjata ini merupakan senjata utama dalam menghadapi musuh. Saat ini senjata tradisional ini masih sering digunakan namun digunkan untuk keperluan berburu ataupun melindungi diri saat akan pergi kehutan.

5. Piso Karo

Piso Karo via budaya-indonesia.org

Piso Karo memiliki ukuran yang cukup panjang untuk sebuah piso. Ukuran dari piso Karo ini biasanya berkisar antara 31 cm hingga 55 cm, dengan gagang yang terbuat dari bahan kayu, gading, rotan dan sarungnya terbuat dari perak dan suasa. diperkirakan piso Karo ini sudah ada sejak awal abad ke 19.

Loading...

6. Baluse

Baluse via Wikipedia

Baluse adalah sebuah perisai yang biasanya digunakan berpasanagn dengan toho. Baluse digunakan para prajurit sebagai tameng pelindung diri dari musuh ketika itu. Kini Baluse sering digunakan dalam pertunjukan budaya yaitu tari perang yang berasal dari daerah Nias.

Tari perang biasa digelar pada momen tertentu, seperti hari kemerdekaan Republik Indonesia, hari jadi kota Nias atau hari besar lainnya. Pemeran tari ini pun bisa diperankan tidak hanya oleh kaum pria saja, beberapa pertunjukan menampilkan penari dari wanita.

7. Piso Silima Sarung

Piso Silima Sarung via Blogger

Piso Silima Sarung ini merupakan salah satu senjata tradisional khas dari Sumatera Utara yang memiliki nilai filosopis bagi masyarakat Batak yang juga tinggal di propinsi Sumatera Utara. Bagi masyarakat Batak, manusia itu diciptakan dengan 4 roh dan satu tubuh atau wujud. Secara bentuk piso ini memiliki 5 mata piso didalam satu sarung.

8. Piso Sanalenggam

Piso Sanalenggam via Pisopodang

Piso Sanalenggam adalah piso tradisional dari masyarakat batak dairi. Piso ini memiliki satu sisi yang tajam. Piso Sanalenggam memiliki bentuk yang menyerupai huruf ā€œSā€ dan dari gagang ke ujungnya berbentuk sedikit kurva. Gagang piso ini terbuat dari kayu yang diukir atau tanduk yang diberi hiasan atau ornamen.

9. Piso Toba

Piso Toba (Silontong.com)

Piso Toba memiliki ukuran yang relatif kecil bila dibandingkan dengan piso yang berasal dari kebudayaan Batak lainnya. Piso ini diperkirakan sudah ada sejak awal abad ke 19 dan terbuat dri bahan kuningan atau besi dengan gagang yang terbuat dari kayu yang diberi ukiran tertentu.

10. Piso Gading

Piso Gading (pisopodang)

Piso Gading ini terbilang sangat unik. Senjata tradisional dari suku Batak ini memiliki ukuran panjang sekitar 66 cm dan biasanya terbuat dari bahan gading, kayu dan rotan. Piso ini juga diperkirakan sudah ada sejak awal abad ke 19 yang digunakan oleh masyarakat Batak dalam berburu ataupun berperang melawan musuh. Berburu hewan ditengah hutan dan melawan musuh yang ingin menguasai atau menjajah wilayah.

Loading...

11. Tongkat Tunggal Panaluan

Tongkat Tunggal Panaluan (Blogger)

Senjata tradisional yang satui ini telah menjadi cagar budaya yang tersimpan di museum gereja katolik di kabupaten Samosir. Senjata ini diyakini memiliki kesaktian yang luar biasa dan hanya dimiliki dan digunakan oleh raja Batak.

Untuk mengetahui lebih mengenai senjata ini, Anda bisa lihat di museum yang adai ditingkat propinsi atau yang ada daerah Simalungun dan Batak Toba.

12. Hujur Siringis

Hujur Siringis (Berbol)

Hujur Siringgis adalah senjata tradisional dari Sumatera Utara yang memiliki bentuk seperti tombak. Ukuran senjata ini cukup panjang dan terbuat dari bahan kayu yang pada bagian ujungnya diberi belati dari bahan logam yang sangat tajam. Senjata ini biasanya digunakan dalam pertempuran melawan musuh.

13. Pedang Tologu

Pedang Tologu (detik)

Pedang Tologu adalah salah satu senjata tradisional dari Nias yang diyakini memiliki nilai mistis atau mengandung kekuatan gaib. Pedang ini di yakini memiliki kekuatan gaib yang dapat melindungi pemiliknya. Kesaktian pedang Tologu ini sendiri berasal dari rago atau semacam bola yang berada dekat gagang pedang.

Pembaca sekalian, bagaimana? Apa masih ada yang kurang dari list nama senajata tradisional daerah Sumatera yang ada di atas? Silahkan bagi yang mau menambahkan. Tulis dikolom komentar ya.

Karena keterbatasan kami, hanya belasan senjata tradisional yang bisa kami utarakan pada kesempatan ini.

Loading...

Video terkait :

Loading...

Leave a Reply