Nama Rumah Adat Sumatera Utara, Gambar dan Penjelasannya

Posted on

Rumah adat yang berada di provinsi Sumatera Utara adalah sebuah warisan budaya dari para leluhur di masa lalu dan harus mendapat perhatian dari berbagai pihak termasuk pemerintah dan masyarakat Sumatera Utara itu sendiri. Penjelasan atau uraian terkait rumah adat Sumatera Utara akan disampaikan pada kesempatan ini. Namun sebelum menuju ke sana ada baiknya kita mengenal apa itu arti dari rumah adat.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, pengertian dari rumah adat adalah rumah yang dibangun dengan cara yang sama nama dari generasi ke generasi tanpa atau au sedikit sekali mengalami perubahan. Rumah adat atau rumah tradisional dapat juga disebut sebagai rumah yang dibangun dengan memperhatikan kegunaan, serta fungsi sosial dan arti budaya dibalik corak atau gaya bangunan.

Selain dari informasi Wikipedia di atas, ada juga pengertian yang mengatakan bahwa rumah adat adalah bangunan yang mempunyai ciri khas spesifik, dipakai untuk tempat hunian oleh suatu suku bangsa tertentu. Bisa dibilang rumah adat merupakan representative kebudayaan yang paling tinggi dalam sebuah komunitas yang ada di dalam suatu masyarakat.

Pemaparan sederhana terkait rumah adat di atas hendaklah menjadi penambah wawasan kita dalam mengenal apa itu rumah adat. Oke, selanjutnya kita akan mengenal nama – nama rumah adat yang ada di Sumatera Utara.

1. Rumah Balai Batak Toba

Rumah Balai Batak Toba via Pinterest

Rumah ini merupakan rumah tradisional yang ada di Sumatera Utara yang memiliki keunikan tersendiri. Adapun fungsi dari rumah ini terbagi menjadi beberapa fungsi atau kegunaan, pertama adalah Jabu Parsakitan adalah tempat untuk penyimpanan barang. Selain itu juga digunakan untuk tempat pembicaraan terkait hal-hal adat yang terjadi dan penting. Sedangkan untuk fungsi selanjutnya yakni Jago Bolon yang bermaksud rumah keluarga besar. Kabarnya rumah ini tidak mempunyai sekat atau ruangan dan kamar. Anggota keluarga tidur secara bersama-sama di satu tempat tanpa batasan.

Rumah Batak Balai Batak Toba ini juga dikenal sebagai rumah Bolon. Sedikit bicara tentang sejarahnya yaitu rumah Bolon didirikan oleh raja Tuan Rahalim yang dikenal perkasa dan memiliki 24 istri. Tetapi yang tinggal di istana hanya Puan Bolon (permaisuri) dan ditambah dengan 49 anak-anaknya. Sedangkan 12 yang lain hanya tinggal di kampung – kampung yang ada di wilayah kerajaan.

2. Rumah Simalungun

Rumah Simalungun (Blogger)

Rumah adat ini adalah rumah adat suku Batak Simalungun yang lokasinya berada di Pematang Purba, kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Nama lain dari rumah adat Simalungun adalah rumah Bolon Simalungun. Rumah ini memiliki model seperti rumah panggung yakni berbentuk empat persegi panjang dan merupakan peninggalan bersejarah raja – raja Batak Simalungun pada masa lalu.

Rumah ini memiliki keunikan yakni dibangun tidak memakai paku, namun hanya memakai tali yang diikat sedemikian rupa supaya tampak kokoh. Kemudian pada bagian badan rumah terdapat berbagai ukuran maupun gambar yang memiliki makna sesuai dengan kehidupan masyarakat Batak Simalungun.

3. Rumah Adat Angkola

Rumah Adat Angkola (Blogger)

Ada yang mengatakan bahwa sejarah dari suku Angkola tidak bisa disamakan dengan suku Mandailing karena berdiri sendiri. Sementara ada juga pendapat yang mengatakan bahwa Angkola itu sama dengan suku Mandailing walau pada praktik kesehariannya dijumpai beberapa perbedaan dari keduanya.

Suku Angkola mempunyai rumah adat sendiri yang dinamakan dengan Bagas Godang persis seperti rumah adat suku Mandailing. Rumah adat Angkola sangat kental ciri khasnya dengan warna hitam.

Laman Wikipedia menyatakan Bagas Godang adalah rumah adat atau arsitektur tradisional suku Mandailing. Rumah tersebut dikenal sebagai rumah besar yang dahulu disinggahi oleh para raja untuk beristirahat. Adapun bangunan Bagas Godang dilengkapi dengan suhu Godang dan alamat. Bentuk dari bangunan ini yaitu empat persegi panjang yang disangga oleh kayu – kayu besar berjumlah ganjil. Ada ruang depan, ruang tengah dan ruang tidur serta dapur. Bahan untuk membuatnya adalah kayu bervolume 7 panjang dan 9 anak tangga, pintu lebar yang mengeluarkan bunyi keras jika dibuka.

4. Rumah Melayu

Rumah Melayu via detiktravel

Suku Melayu adalah suku yang hidup dihampir semua wilayah yang ada di Sumatera Utara, termasuk di kota Medan. Bahkan Melayu menjadi simbol perlawanan terhadap penjajah pada masa lalu. Maka wajar jika Melayu mempunyai rumah adat sendiri. Rumah adat Melayu bisa dijumpai pada beberapa lokasi. Ada di Medan, Deli Serdang, Langkat dan Batubara serta kabupaten/kota lainnya.

Sebutan lain untuk rumah Melayu adalah rumah kayu atau rumah kampung pada masa lalu dikatakan oleh orang Melayu. Rumah Melayu mempunyai seni yang tinggi dan sebenarnya ada banyak jenis – jenis rumah Melayu. Lain waktu dibahas secara lebih mendetail. Salah satu simbol dari pada suku Melayu di kota Medan adalah Istana Maimun yang lokasinya berdekatan dengan Masjid Raya Al Mahsum.

Suku Melayu identik dengan umat Islam. Sholat 5 waktu adalah merupakan ibadah wajib yang secara langsung menjadi kebiasaan suku Melayu itu sendiri. Wajar jika Istana Maimun di bangun berdekatan dengan Masjid.

Kini Istana Maimun jadi salah satu destinasi wisata yang ramai disinggahi. Dengan rental mobil Medan atau mobil sendiri pengunjung datang dari berbagai daerah.

5. Rumah Nias

Rumah Nias (Wikipedia)

Rumah adat Nias merupakan suatu bentuk rumah panggung tradisional untuk orang Nias yaitu masyarakat pada umumnya. Tidak cuma itu saja karena terdapat rumah adat Nias yang lain yang bernama Omo Sebua, yaitu sebagai tempat kediaman para Kepala Negeri, Kepala desa serta kaum bangsawan.

Demikian informasi terkait dengan rumah adat yang ada di Sumatera Utara. Pada lain waktu akan di perbaharui sesuai dengan kebutuhan dan melihat situasi dan kondisi yang ada. Ayo sampaikan komentar kamu pada kolom yang tersedia di bawah ini. Terima kasih sudah mampir.

Oh iya jangan sampai lupa untuk kenali juga nama minuman khas Medan yang enaknya tiada tara dalam melepas dahaga.

Loading...

1 comment

Leave a Reply